SMP NEGERI 1 ARJASA TURUT BERKONTRIBUSI MEMERIAHKAN ACARA SITUBONDO ETHNIC FESTIVAL (SEF) II KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2023 SEBAGAI PERWAKILAN KECAMATAN ARJASA

Siswa-siswi SMPN 1 Arjasa turut memeriahkan Situbondo Ethnic Festival (SEF) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo Jawa Timur, Minggu (26/11/2023).Kegiatan ini menyajikan pertunjukan seni dan budaya dari beberapa wilayah, antara lain : Bali, Jawa, Sumatera, Papua, dll. Pada Situbondo Ethnic Festival (SEF) 2023 kali ini, Siswi SMPN 1 Arjasa menampilkan Tari Landhung bersama dengan ribuan penari lainnya. Ini adalah salah satu karya seniman Situbondo. Tari Landhung  ini tak hanya mempesona melainkan juga menyampaikan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi milenial. Melalui gejolak semangat yang tak terbatas. Situbondo Ethnic Festival (SEF) ini merupakan acara yang bergengsi bagi Kabupaten Situbondo karena dihadiri oleh sejumlah tamu penting Nusantara termasuk Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Festival ini bertujuan untuk menggali potensi budaya lokal Situbondo, sekaligus menampilkan budaya dari luar daerah, yakni dari provinsi lain di Indonesia. Siswa SMP Negeri 1 Arjasa tidak hanya menarikan Tari Landhung, tetapi juga menarikan Tari yang diberi nama Tari Jalan Jindul. Sebanyak 51 siswa, yang terbagi 41 siswi dan 10 siswa ikut berpartisipasi. Mereka tidak membawa nama sekolah, melainkan perwakilan dari Kecamatan Arjasa. Tari Jalan Jindul menceritakan pedagang yang menjual minuman jindul secara berkeliling dengan menggunakan gerobak yang dipikul. Pada zaman dahulu, pedagang jindul ini merupakan wanita yang berparas cantik yang berjualan di wilayah Arjasa Barat dan terdapat beberapa pedagang yang menjajakan kuliner segar manis tersebut. Maka dari itu di Kecamatan Arjasa khususnya Arjasa Barat, es jindul telah menjadi ciri khas wilayah tersebut sehingga dijadikan nama sebuah jalan di sana hingga saat ini. Sebagai informasi, minuman jindul adalah minuman yang berisi isian dari tepung beras berbentuk seperti cacing tapi tidak panjang dicampur dengan santan matang dan gula aren atau gula jawa yang dicairkan. Kerja keras siswa-siswi yang berlatih selama 3 bulan dari bulan September agar mampu mempersembahkan sebuah kesenian tari daerah yang selaras, dan indah terbayarkan sudah ketika berhasil menorehkan nama mereka di jejeran kategori yang dilombakan dengan menyabet juara II kategori tata rias dan busana terbaik. Walaupun siswa-siswi membawa nama Kecamatan Arjasa, tetapi keluarga besar SMP Negeri 1 Arjasa tetap bangga.